Two State Solution : Sejarah Inggris atau Prancis mencaplok suatu wilayah
Sejarah Inggris atau Prancis mencaplok suatu wilayah dengan menggunakan pendekatan “solusi dua negara” sebagai taktik atau tahapan sebelum aneksasi/pencaplokan penuh.
Pendekatan mirip, meskipun konteks dan terminologi "solusi dua negara" lebih khas konflik Israel-Palestina. Tapi mari kita gali kasus-kasus sejarah yang relevan.
📌 Apa Itu "Solusi Dua Negara"?
Dalam konflik modern seperti Israel–Palestina, “solusi dua negara” adalah usulan untuk membentuk dua negara merdeka (Israel dan Palestina) untuk dua kelompok etnis dan politik yang berbeda. Tapi dalam konteks kolonialisme dan penjajahan oleh Inggris dan Prancis, kadang istilah ini dipakai secara taktis atau manipulatif — semacam janji manis untuk membelah wilayah, memberi “otonomi semu”, lalu kemudian diambil alih sepenuhnya.
🏴 Inggris – Studi Kasus
1. Palestina (Mandat Inggris, 1917–1948)
Skenario mirip "solusi dua negara": Inggris menjanjikan tanah kepada:
Orang Yahudi (dalam Deklarasi Balfour, 1917)
Bangsa Arab (lewat Surat McMahon-Hussein, 1915)
Realita: Inggris memainkan dua pihak. Saat konflik meningkat, Inggris mengusulkan solusi dua negara lewat Laporan Peel (1937) — membagi Palestina jadi wilayah Yahudi dan Arab.
Tujuan tersembunyi: Menjaga pengaruh kolonial dan kontrol atas wilayah strategis (dekat Terusan Suez dan minyak Mesopotamia).
Akhirnya: Inggris cabut, PBB usulkan pembagian wilayah (1947), pecah perang, Israel berdiri 1948, Palestina terpecah dan belum merdeka sampai hari ini.
> 🔥 Catatan: Ini adalah contoh klasik "solusi dua negara" sebagai alat geopolitik, bukan solusi tulus.
🇫🇷 Prancis – Studi Kasus
2. Aljazair (1830–1962)
Kolonisasi penuh oleh Prancis. Tapi sempat ada wacana semacam "dua sistem dalam satu wilayah":
Orang Eropa Prancis punya hak penuh sebagai warga negara.
Muslim Aljazair diberi status warga kelas dua, dengan janji-janji otonomi terbatas.
Proposal semu: Ada wacana “Aljazair Prancis” sebagai federasi — tapi pada kenyataannya ini strategi untuk meredam tuntutan kemerdekaan.
Hasil: Perang panjang, dan akhirnya Aljazair merdeka lewat referendum dan perjuangan bersenjata.
⚔ Contoh Tambahan: Inggris dan India
3. India–Pakistan (1947)
Inggris mendorong pembagian India berdasarkan agama (Hindu–Muslim).
Resmi diklaim sebagai solusi damai (dua negara) tapi secara implisit adalah:
Cara cepat cabut dari tanggung jawab kolonial.
Menghindari perang sipil besar-besaran.
Tapi efeknya: pembantaian massal, jutaan orang mengungsi, Kashmir jadi konflik berkepanjangan sampai sekarang.
🔎 Kesimpulan
Secara formal tidak disebut "solusi dua negara", tapi Inggris dan Prancis memang menggunakan strategi serupa dalam banyak kasus:
Membagi wilayah berdasarkan etnis/agama/ras
Menjanjikan kedaulatan ganda atau otonomi palsu
Menciptakan konflik internal agar bisa mempertahankan kendali
Biasanya ini bukan jalan damai yang tulus, tapi strategi kolonial divide et impera (pecah belah lalu kuasai).
@abuabdullahalqarni
Komentar
Posting Komentar